Ditulis Pada 29 Mei 2017 01:21 WIB

Pemkot Jayapura Manjakan Warga Peroleh Dokumen Kependudukan

Jayapura – Jayapura merupakan kota yang berada di wilayah paling timur Indonesia. Meski demikian, masyarakat di ibukota Provinsi Papua ini ternyata dimanjakan dalam pelayanan administrasi kependudukan. Betapa tidak, Dinas Dukcapil setempat memiliki berbagai inovasi untuk mempermudah warganya mendapatkan berbagai layanan dokumen kependudukan. 


Hal ini sebagai salah satu upaya menghadirkan negara di tengah-tengah masyarakat, yang juga selaras dengan stelsel aktif pelayanan administrasi kependudukan sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan. 


Setidaknya, ada delapan inovasi yang dihadirkan Dinas Dukcapil Kota Jayapura dalam melayani warganya. Berbagai inovasi tersebut adalah Layanan Tekan HP Akta Jadi, ADM, Daku Papua, Kampung Tertib Dukcapil, Nikcapil Kilat, Kelahiran Plus, Operasi KaTePeL, dan Nikah Rame-Rame.

 

“Layanan Tekan HP Akta Jadi” misalnya, memberi kemudahan bagi warga dalam mengurus berbagai dokumen Akta, seperti Akta Kelahiran, Kematian, Perkawinan, dan Perceraian. Melalui HP atau perangkat smatphone, warga bisa mendapatkan layanan ini dengan mengakses alamat wesbite www.lampiddukcapil.jayapurakota.go.id.


Ada juga ADM. Sekilas namanya, layanan ini tidak ubahnya Anjungan Tunai Mandiri yang biasa dipakai untuk melakukan berbagai transaksi keuangan perbankan. ADM merupakan singkatan dari Anjungan Dukcapil Mandiri. Inovasi ini dengan menempatkan alat khusus layaknya ATM bank, tapi digunakan untuk mengakses secara online penerbitan Akta Kelahiran, Kematian, Perkawinan, dan Perceraian. Alat ini diletakkan di beberapa titik strategis yang biasa dikunjungi warga. 


Untuk orang Papua Asli, Dinas Dukcapil Kota Jayapura menyediakan layanan Daku Papua (Data Khusus Orang Papua). Inovasi ini berupa aplikasi khusus untuk menampilkan data Orang Asli Papua (OAP). 


Hal ini sebagai tuntutan implementasi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Papua.

 

Suku asli Papua oleh masyarakat sekitar biasa disebut sebagai Suku Port Numbay. Suku ini semakin hari populasinya semakin berkurang. Untuk itu, inovasi Daku Papua ini menjadi sangat penting untuk diaplikasikan. 


Inovasi lainnya adalah Kampung Tertib Dukcapil. Seperti namanya, program ini  merupakan suatu Kampung dimana seluruh penduduk yang bertempat tinggal di kampung tersebut telah memiliki dokumen kependudukan dan pencatatan sipil yang lengkap. Upaya ini dicapai Dinas Dukcapil melalui kegiatan turun kampung. 


Layanan berikutnya adalah dinamakan Nikcapil Kilat (Nikah Catatan Sipil Cepat). Ini merupakan program nikah pencatatan sipil yang memudahkan warganya memperoleh Akta Perkawinan secara cepat, sesaat setelah pencatatan sipil dilaksanakan. 


Bagi anak yang baru lahir, Kota Jayapura memiliki inovasi yang dikenal dengan Kelahiran Plus. Program ini untuk menerbitkan Akta Kelahiran bagi bayi yang lahir di rumah sakit/Puskesmas secara cepat dan mudah. Sebelum pulang ke rumah, melalui program ini si anak dan orang tua langsung mendapatkan Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), dan Kartu Keluarga (KK) baru. 


Inovasi berikutnya untuk penduduk wajib KTP, yakni Program Operasi KaTePeL. Inovasi ini merupakan program penertiban dokumen kependudukan melalui kegiatan operasi yustisi KTP-el yang dilakukan di berbagai tempat dan sarana umum seperti pelabuhan laut, jalan raya, bar, panti pijat, dan rumah-rumah kos. 


Yang terakhir, Program Nikah Rame-Rame. Inovasi pencatatan sipil massal ini merupakan kegiatan nikah pencatatan sipil massal gratis bagi pasangan suami istri yang sudah hidup bersama dan telah memiliki keturunan, namun belum tercatat perkawinannya baik secara agama maupun oleh pemerintah karena keterbatasan ekonomi. 


Atas prestasi dan berbagai inovasinya dalam pelayanan administrasi kependudukan, Dinas Dukcapil Kota Jayapura mendapatkan kesempatan langka untuk memaparkan berbagai program tersebut kepada 1.300 peserta yang hadir pada pelaksanaan Rakornas Dukcapil di Provinsi Gorontalo beberapa waktu yang lalu. Dukcapil***