Ditulis Pada 09 Agustus 2018 14:45 WIB

Pemkab Malang Jebol Rekam KTP-el 30 Ribu Warga di 27 Desa

Jakarta – Jemput Bola (Jebol) layanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) terus digalakkan di berbagai daerah untuk mempercepat pemberian dokumen kependudukan kepada masyarakat, khususnya percepatan perekaman dan pencetakan KTP-el. 

 

Layanan Jebol marak dilaksanakan oleh Dinas Dukcapil kabupaten/kota sebagai instansi pelaksana pelayanan Adminduk. 

 

Pada akhir Juli lalu, Pemkab Malang melalui Dinas Dukcapil setempat bahkan menyisir pelayanan KTP-el bagi lebih dari 30 ribu penduduk di 27 desa/kelurahan. 

 

Meski demikian, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Malang Sri Meicharini menyampaikan bahwa jumlah tersebut baru lebih dari setengah dari jumlah target penduduk yang harus dilayani selama tahun 2018. 

 

“Data ini belum kami laporkan secara keseluruhan. Saat ini sudah mencapai 60 persen lebih dari persentasi capaian jebolanduk tahun ini,” kata Sri Meicharini di Malang, Rabu (06/08/2018). 

 

Tahun ini, Dinas Dukcapil menargetkan akan mendatangi setidaknya 40 desa/kelurahan yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Malang. Beberapa desa yang akan disisir adalah Tumpang, Dampit, Wonosari, Poncokusumo, Ngantang, Kasembon, Pujon, dan Sumbermanjing Wetan.

 

Data terakhir menunjukkan jumlah pemohon KTP-el di Kabupaten Malang mencapai 13.872. jumlah tersebut jauh lebih banyak dibanding permohonan dokumen kependudukan lain seperti Kartu Keluarga (KK) sebanyak 4.911, Akta Kelahiran 1.597, dan Akta Kematian sebanyak 912 pemohon.

 

“Setiap kami Jebolanduk (Jemput Bola Adminduk), responnya luar biasa. Ada sekitar 500 pemohon yang selalu hadir untuk mendapatkan pelayanan kami,” pungkasnya. Dukcapil***