Ditulis Pada 01 Maret 2018 18:09 WIB

Masalah Kian Kompleks, Dirjen Ajak Jajaran Tingkatkan Komunikasi

Ambon – Dinamika permasalahan administrasi kependudukan semakin hari semakin dinamis dan kompleks. Hal ini perlu diwaspadai dan diantisipasi jajaran Dukcapil seluruh Indonesia dengan terus meningkatkan komunikasi. 

 

Demikian disampaikan Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh pada kegiatan Forum SKPD Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Maluku Tahun 2018 di Kota Ambon, Maluku, Rabu (28/02/2018). 

 

“Kita harus banyak sering berkomunikasi karena masalah kita semakin hari semakin kompleks”, ajak Prof. Zudan dalam arahannya kepada para kepala Dinas Dukcapil se-Privinsi Maluku. 

 

Ia mencontohkan, kompleksnya permasalahan administrasi kependudukan terkait pencatatan kelahiran bagi anak pengungsi di bawah organisasi internasional United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). 

 

Menurut Zudan, saat ini baru Dinas Dukcapil DKI Jakarta yang pernah melakukan pencatatan kelahiran bagi anak pengungsi di bawah naungan UNHCR. 

 

“Adakah yang sudah mencatatkan kelahiran bagi anak-anak pengungsi UNHCR? Besok lagi pasti akan muncul para pengungsi bertanya, kami mau mencatatkan pernikahan kami dimana? Karena mereka sudah menikah di luar negeri, anaknya sekarang lahir”, jelas Prof. Zudan. 

 

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, sambung Zudan, bagi anak WNA termasuk di pengungsian diberikan surat keterangan kelahiran di tempat bayi itu dilahirkan. 

 

Sama halnya jika WNI melahirkan di luar negeri, maka negara setempat juga menerbitkan surat keterangan kelahiran. Dukcapil***