Ditulis Pada 16 Mei 2018 15:43 WIB

Lima Pesan Prof. Zudan Memasuki Puasa Ramadhan 1439 H

Jakarta – Ada lima hal yang disampaikan Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh yang bisa dijadikan modal dalam bekerja dan untuk memasuki puasa Ramadhan 1439 H. 

 

“Lima prinsip yang bisa dijadikan modal dalam bekerja serta memasuki bulan Ramadhan ini. Jangan berfikir linear, perhatikan hukum aksi dan reaksi, serta perhatikan hukum kekekalan energi”, kata Prof. Zudan pada acara Munggahan Ditjen Dukcapil Kemendagri di Gedung C Lantai 4 Kompleks Perkantoran Ditjen Bina Pemdes dan Dukcapil di Jakarta, Selasa (15/05/2018).

 

Pesan ini disampaikannya kepada seluruh jajaran Ditjen Dukcapil, yang dihadiri oleh Sekretaris Ditjen I Gede Suratha, para Direktur, para Pejabat Administrator dan Pengawas, serta JFU dan pegawai non PNS. Kegiatan yang berlangsung pada sore hingga jam 9 malam ini juga diselingi dengan ramah tamah dan makan bersama. 

 

Cara berfikir linear menurut Zudan merupakan cara berpikir orang yang tidak memiliki optimisme dalam hidup karena dibatasi dengan cara berpikir matematis semata. 

 

Sedangkan hukum aksi dan reaksi diyakininya sebagai setiap perbuatan akan menuai hasil. Jika kita berbuat baik, maka akan menuai kebaikan. Begitupun jika kita bekerja keras atau malas maka akan mendapatkan hasil yang setimpal. 

 

Sementara hukum kekekalan energi dipahami Zudan bahwa semua kebaikan yang kita perbuat selama ini tidak akan pernah sia-sia. Kebaikan yang kita berikan kepada orang lain secara gratis atau dengan membayar sejumlah uang jika dilakukan dengan ikhlas akan menuai kebaikan lain di kemudian hari. 

 

Hal ini diakui Zudan sering ia alami sendiri. Bahkan ia mengaku baru-baru ini dipercaya menduduki sebuah jabatan penting sebagai komisaris independen Bank Mandiri Taspen. 

 

“Saya mendapat amanat baru diangkat sebagai komisaris independen Bank Mandiri Taspen. Komisaris independen itu jabatan karena dinilai memiliki keahlian khusus. Saya bertanya kenapa memilih saya? Pertimbangannya hanya dua, Pak Zudan orangnya enak dan orangnya rajin”, lanjutnya. 

 

Mendapatkan jabatan itu diyakininya sebagai salah satu hasil dari kebaikan-kebaikan yang mungkin dulu pernah ia perbuat. 

 

Hal lain yang bisa dijadikan modal menurut Zudan adalah keyakinan akan kebaikan dan kemurahan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu, ia mengajak semua yang hadir untuk saling berbagi dan berdoa. Modal kelima adalah jangan pernah putus dan jangan pernah lelah untuk berdoa. 

 

Selain itu, tidak lupa Prof. Zudan mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1439 H bagi umat Islam yang menjalankannya. 

 

“Bagi yang menjalankan puasa selamat menjalankannya. Selamat berpuasa. Saya selaku pimpinan dan atas nama keluarga memohon maaf kepada semua. Pasti ada salah dan khilaf saya selama ini. Untuk itu mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya”, pinta Zudan. Dukcapil***