Ditulis Pada 01 Juni 2018 14:28 WIB

Kasus KTP-el Tercecer Selesai, Tidak Ada Perbuatan Melawan Hukum

Jakarta – Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrullah kembali menegaskan bahwa kasus KTP-el tercecer di Bogor beberapa waktu lalu sudah selesai ditangani pihak yang berwajib. Berdasarkan hasil penyelidikan Kepolisian Resort Bogor, tidak ada perbuatan melawan hukum dalam kasus itu dan murni kelalaian. 

 

“Permasalahan KTP-el rusak yang tercecer tersebut sesungguhnya sudah selesai. Hasil pemeriksaan dari Kepolisian Resort Kabupaten Bogor disimpulkan tidak terdapat adanya perbuatan melawan hukum, namun hanya kelalaian ekspedisi”, terang Prof. Zudan saat memimpin upacara peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Lapangan Upacara Ditjen Dukcapil, Jakarta, Jum’at (01/06/2018). 

 

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2018 dihadiri para pejabat lingkup Ditjen Dukcapil dan Bina Pemdes, serta jajaran kedua lembaga dengan mengenakan seragam Korpri lengkap. Saat upacara juga dilakukan penggalangan dana untuk pembangunan masjid yang saat ini sedang dibangun di kompleks perkantoran Ditjen Dukcapil dan Bina Pemdes. 

 

Selanjutnya, Prof. Zudan tidak menampik adanya efek media yang ditimbulkan dari kasus tersebut. 

 

Menurutnya, ia dan jajaran terus melakukan komunikasi yang intensif dan masif dengan sejumlah media, baik media cetak, media online maupun media elektronik agar secepatnya permasalahan ini dapat segera diatasi.

 

Zudan mengaku, pihaknya bergerak cepat saat mendengar adanya KTP-el yang tercecer saat itu. Ia langsung memerintahkan Sekretaris Ditjen Dukcapil I Gede Suratha yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi untuk melakukan pengecekan bersama-sama dengan jajaran Kepolisian Sektor Kecamatan Kemang dan Kepolisian Resort Kabupaten Bogor. 

 

Hasil pengecekan menemukan bahwa yang tercecer adalah KTP-el rusak/invalid yang diangkut bersama barang dan arsip lainnya dari gudang penyimpanan sementara di Ditjen Dukcapil Kemendagri Pasar Minggu menuju gudang  Kemendagri di Semplak Kemang Bogor.

 

“Semua KTP-el yang jatuh dari mobil pengangkut dan tercecer di jalan pada pukul 12.31 itu telah diamankan bersama-sama dengan masyarakat setempat dan dikembalikan ke mobil pengangkut pada pukul 13.00 untuk selanjutnya dibawa ke Gudang Penyimpanan di Semplak”, lanjut Zudan. 

 

Tidak seperti yang dihembuskan ragam media sosial dan online yang menyebutkan jutaan, jumlah KTP-el yang tercecer di lokasi menurutnya  hanya satu dus dan seperempat karung.

 

“Hanya satu dus dan seperempat karung, bukan dalam jumlah yang  berkarung-karung seperti diberitakan media”, tutupnya. Dukcapil***