Ditulis Pada 29 Januari 2018 20:44 WIB

Inovasi Layanan Antar Jemput Penerbitan Akta Kelahiran di Kota Pasuruan

Pasuruan – Inovasi membanggakan kini dihadirkan Pemkot Pasuruan dalam pengurusan Akta Kelahiran. Melalui Dinas Dukcapil, Pemkot Kota Pasuruan terus menggenjot kepemilikan Akta Kelahiran terutama untuk anak usia 0 sampai 18 tahun. 

 

Inovasi ini dilakukan melalui layanan antar jemput pelayanan Akta Kelahiran dengan menggunakan motor yang didesain khusus untuk pelayanan. 

 

Layanan ini mendapat dukungan langsung dari Walikota Pasuruan, Sutiyono. 

 

“Akta Kelahiran merupakan bukti otentik yang memiliki kekuatan hukum atas jati diri seseorang”, jelas Sutiyono baru-baru ini. 

 

Untuk itu, Setiono mengajak dan menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Pasuruan untuk segera mengurus Akta Kelahiran.

 

“Pengurusan Akta Kelahiran mudah, cepat dan gratis”, imbuhnya.

 

Setiyono mengaku pihaknya akan menuntaskan target kepemilikan Akta Kelahiran hingga 100%. 

 

“Saat ini masih ada 187 anak usia 0-18 tahun yang belum memiliki Akta Kelahiran. Tahun ini kita targetkan semuanya punya, 100 persen”, sambungnya. 

 

Saat ini, Kota Pasuruan tercatat telah mencapai cakupan kepemilikan Akta Kelahiran 99%, jauh di atas cakupan nasional yang 85,20%. 

 

Inovasi lainnya adalah seluruh rumah sakit dan klinik bersalin hingga bidan sudah bekerjasama dengan Dinas Dukcapil untuk segera melaporkan ketika ada kelahiran. Begitu laporan diterima, petugas akan melakukan verifikasi kelengkapan dokumen dan segera menerbitkan Akta Kelahirannya. 

 

Inovasi ini juga mendapat apresiasi dari Amanda Bissex, Unicef Chief of Child Protection Cluster. 

 

“Pengurusan Akta Kelahiran yang bagus, otomatis berimbas pada administrasi kependudukan secara keseluruhan. Warga Pasuruan beruntung”, ujar Amanda Bissex didampingi Kepala Perwakilan Unicef Indonesia untuk Jawa, Arie Rukmantara, di kantor Pemkot Pasuruan, pekan lalu. 

 

Dinas Dukcapil Kota Pasuruan juga memiliki inovasi lain, yakni Layanan SEHAT (Sehari Akta Terbit), Layanan AKI (Akta Kematian Keliling), Layanan KADO (Kependudukan Delivery Order), dan Layanan SIAP (Sistem Informasi Administrasi Pemakaman).

 

Layanan ini juga dilengkapi dengan armada jemput bola. Sejumlah petugas khusus akan masuk ke kampung-kampung dengan mobil dan motor untuk mencari warga yang membutuhkan pencatatan administrasi kependudukan. Dukcapil***