Ditulis Pada 30 Juli 2018 09:30 WIB

GISA Kaltara, Percepat Kepemilikan KTP-el Warga Perbatasan Negara

Malinau – Berbeda dengan daerah lainnya, GISA atau Gerakan Indonesia Sadar Adminduk di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki maksud dan tujuan yang spesifik guna mendukung salah satu point penting dalam program Nawacita Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). 

 

Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Begitu bunyi program ketiga Nawacita Jokowi. 

 

Dalam bidang Administrasi Kependudukan (Adminduk), kehadiran negara dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangkan negara kesatuan diwujudkan dalam sebuah gerakan nasional yang disebut GISA. 

 

GISA bukan semata gerakan untuk menjalankan sebuah program pemerintah sebagai realisasi anggaran negara. GISA adalah sebuah gerakan nyata untuk meningkatkan kesadaran semua pihak (pemerintah, masyarakat, kementerian/lembaga) akan pentingnya tertib Adminduk. 

 

Salah satu programnya adalah memastikan setiap penduduk memiliki identitas kependudukan seperti KTP-el dan dokumen kependudukan lainnya, di setiap jengkal wilayah NKRI, tidak peduli berapa banyak penduduk yang dilayani. 

 

Bahkan dalam sebuah kesempatan, Jokowi secara tegas mengatakan bahwa berapa pun jumlahnya, negara harus hadir untuk memenuhi dan melindungi hak-haknya sebagai warga negara.

 

Kembali kepada kewajiban negara memberikan identitas kependudukan di wilayah dan kabupaten perbatasan negara, tim percepatan pelayanan KTP-el Kemendagri hadir di Kabupaten Malinau, Kaltara, untuk pencanangan GISA. Malinau merupakan kabupaten yang berbatasan langsung dengan wilayah darat Malaysia.

 

Selain pencanangan GISA, juga untuk memfasilitasi pelayanan KTP-el yang dilaksanakan oleh instansi pelaksana pelayanan Adminduk Dinas Dukcapil se-Kaltara. Layanan ini bisa dinikmati oleh seluruh WNI, baik penduduk Kaltara maupun luar Kaltara.

 

Sementara Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini Ditjen Dukcapil membantu kelancaran pelayanan dengan menyediakan personil teknis, perangkat pelayanan, jaringan komunikasi data, serta penyediaan blangko KTP-el.   

 

Layanan berlangsung selama dua hari pada tanggal 30 sampai 31 Juli 2018 di Kompleks Kantor Bupati Malinau. Semua kendala terkait KTP-el akan dilayani selama pelaksanaan GISA. Mulai dari perekaman data KTP-el baru, perubahan elemen data, penggantian KTP-el hilang atau rusak, serta penggantian Surat Keterangan Pengganti KTP-el (Suket) dengan fisik KTP-el.  

 

Untuk penduduk yang sudah melakukan perekaman dan sudah mendapatkan Suket dari Dinas Dukcapil, silakan menyertakan foto copy Kartu Keluarga (KK), dan Suket.   

 

Jika KTP-el hilang, selain copy KK, juga harus dilengkapi dengan Surat Keterangan hilang dari kepolisian. Bagi penduduk yang KTP-elnya rusak, silakan menyiapkan foto copy KK serta copy dan fisik KTP-el yang rusak.   

 

Sementara bagi penduduk yang belum pernah melakukan perekaman data KTP-el, terutama bagi wajib KTP pemula, perekaman data bisa dilakukan cukup dengan menyertakan foto copy KK.   

 

Khusus untuk perekaman baru tidak bisa diwakilkan karena akan dilakukan perekaman secara langsung dengan penduduk yang bersangkutan.  

 

Untuk diketahui, GISA merupakan program pemerintah dalam rangka meningkatkan kesadaran semua pihak, masyarakat, pemerintah, dan lembaga pengguna akan pentingnya tertib administrasi kependudukan.  

 

Selain itu juga akan pentingnya update data kependudukan, pentingnya pemanfaatan data kependudukan untuk semua urusan, serta pentingnya melayani administrasi kependudukan menuju masyarakat bahagia. Dukcapil***