Ditulis Pada 21 Desember 2017 20:29 WIB

Ditjen Dukcapil, Rasio Pekerjaan Pokok dan Tambahan 99 Banding 1

Jakarta – Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrullah mengungkapkan bahwa rasio perbandingan pekerjaan pokok dengan pekerjaan penunjang lembaga yang dipimpinnya 99 banding 1. Rasio tersebut jauh lebih tinggi dibanding Ditjen lain di lingkungan Kemendagri. 

 

“Mengevaluasi kinerja kita ke belakang, maka kinerja kita ke depan harus jauh lebih fokus. Tapi, rasio pekerjaan kita antara pekerjaan pokok dengan penunjang 99 banding 1. 99 itu pekerjaan pokok dan 1 itu penunjang”, ungkap Prof. Zudan di Jakarta, Rabu (20/12/2017).

 

Hal ini ia sampaikan kepada jajaran Ditjen Dukcapil pada acara penyerahan POK tahun 2018 dan penandatanganan perjanjian kinerja Ditjen Dukcapil. 

 

Untuk itu, menurutnya ke depan tinggal melakukan percepatan penyerapan anggaran. Agar penyerapannya baik, maka perencanaan anggaran harus jauh lebih bagus lagi.

 

Terkait akuntabilitas pengelolaan angaran, Dirjen Dukcapil mengimbau jajarannya agar terus memperbaiki diri dan tidak mengulang kesalahan lama. 

 

“Akuntabilitas pengelolaan anggaran tidak boleh lagi kaya dulu ya. Setiap belanja harus ada pajak. Kita hindari pemborosan, kita hindari hal yang mengarah kepada kerugian negara”, jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Bagian Perencanaan Adel Trilius dalam laporannya menyampaikan bahwa belanja non operasional Ditjen Dukcapil di tahun 2018 mencapai 94,12%. Sedangkan belanja operasional hanya 5,88%.

 

Untuk percepatan pelaksanaan anggaran tahun 2018, menurutnya masih mengacu pada Kepmendagri 910-5594 Tahun 2017. 

 

Kepmendagri ini merupakan perubahan kelima atas Kepmendagri Nomor 910-10392 Tahun 2016 yang mengatur tentang penunjukkan Kuasa Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Barang, dan Pejabat Pemungut Penerimaan Negara Tahun Anggaran 2017 di lingkungan Kemendagri. Dukcapil***