Ditulis Pada 16 Oktober 2017 13:48 WIB

Dirjen Dukcapil Dorong Papua Capai Target KTP-el dan Akta Lahir

Jayapura – Papua, provinsi paling timur Indonesia, masih mengalami banyak kendala dalam mencapai target perekaman data KTP-el dan cakupan kepemilikan Akta Kelahiran. Hal ini tidak terlepas dari kondisi geografis dan keterbatasan sumber daya aparatur yang ada. 

 

Untuk itu, Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh, mendorong kabupaten/kota se-Provinsi Papua mempercepat target perekaman data KTP-el dan cakupan Akta Kelahiran. 

 

Perekaman KTP-el dan penerbitan Akta Kelahiran menjadi salah langkah pemerintah untuk tertib administrasi kependudukan. Dengan begitu, semua penduduk Indonesia terdata dan memiliki dokumen kependudukan. 

 

“Ke depan, semua data penduduk kita terdata, semua transaksi kependudukan terdata”, jelas Prof. Zudan pada pelaksanaan Temu Teknis Kebijakan Administrasi Kependudukan se-Provinsi Papua, Jum’at (13/10/2017). 

 

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston Kota Jayapura ini dihadiri oleh para Kepala Dinas Dukcapil dan pejabat terkait se-Provinsi Papua. 

 

Saat ini, menurut Prof. Zudan, perekaman data KTP-el di Provinsi Papua baru mencapai 28.99%. Untuk cakupan Akta Kelahiran baru di angka 35.27%.

 

Sementara secara nasional, perekaman data KTP-el sudah mencapai 95%, dan cakupan Akta Kelahiran sudah mencapai 80%.

 

Berdasar data Kemendagri, per 30 Juni 2017 jumlah penduduk di Provinsi Papua adalah 4.242.758 jiwa. 

 

Dari angka tersebut, wajib KTP (usia 17 tahun ke atas atau sudah menikah) adalah sebesar 3.235.834 jiwa. Untuk anak usia 0-18 tahun sebanyak 1.222.426 jiwa. Dukcapil***