Ditulis Pada 08 Maret 2018 16:40 WIB

Data Kependudukan Support Pengembangan Bisnis PayTrend

Jakarta – Owner PayTrend Ustadz Yusuf Mansyur mengaku saat ini, PT PayTrend Asset Manajemen sedang melakukan perbaikan menyeluruh, termasuk terkait manajemen sistem internal. 

 

Untuk itu, kerjasama pemanfaatan data kependudukan dengan Ditjen Dukcapil, menurutnya menjadi bagian penting dari perbaikan menyeluruh tersebut sehingga dapat men-support pengembangan bisnis PayTrend ke depan. 

 

“Realisasi kerjasama yang menurut saya ini adalah sebuah sejarah mengingat PayTrend Asset Management adalah bayi yang baru lahir tapi sudah dipercaya oleh pemerintah, dalam hal ini Kemendagri”, jelas Yusuf Mansyur pada kegiatan penandatanganan kerjasama pemanfaatan data kependudukan, NIK, dan KTP-el antara Ditjen Dukcapil dengan PT PayTrend Asset Manajemen di Jakarta, Rabu (07/03/2018).

 

Menurutnya, kerjasama pemanfaatan data kependudukan akan mempermudah bisnis proses PayTrend. 

 

“Sungguh gak kebayang kemuliaan apa yang sedang Allah berikan lewat Pak Dirjen. Tidak ada yang kepikiran bahwa akan berhadapan dengan proses registrasi yang lumayan sulit untuk orang-orang yang mau berinvestasi reject”, katanya. 

 

Dengan kerjasama ini, baginya, semua kesulitan tersebut akan dengan mudah teratasi. 

 

“Saya ke depan mungkin kita akan terus melakukan simplikasi. Saya pengen orang besok beli reksadana semudah beli tiket online, orang beli reksadana semudah dia beli sepatu online, semudah mereka sedekah”, lanjutnya.

 

Dengan segala kemudahan ini, tidak perlu lagi mengisi formulir yang terlalu panjang karena sudah terkoneksi dengan data kependudukan Ditjen Dukcapil. 

 

“Insya Allah ini kejadian. Apalagi kita hadir di era fintex”, paparnya. 

 

Selain Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dan owner PayTrend Ustadz Yusuf Mansyur, juga turut hadir Direktur Utama PayTrend Ayu Widury, dan Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Friderica Widyasari Dewi.

 

Hadir pula Direktur Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan Ditjen Dukcapil David Yama, serta sekitar 60 orang perwakilan member PayTrend. Dukcapil***