Ditulis Pada 16 Juli 2018 17:56 WIB

Data Kependudukan Beri Efek Positif bagi Layanan Kesehatan

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri mengejar sektor kesehatan agar lebih maksimal memanfaatkan data kependudukan. Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh optimis pemanfaatan data kependudukan di bidang kesehatan akan memberi efek positif bagi layanan kesehatan di Indonesia. 

 

“Integrasi data yang dilakukan oleh rumah sakit bersama Dukcapil dapat berjalan dengan baik. Serta memberikan efek positif baik bagi layanan kesehatan maupun bagi masyarakat pada umumnya,” kata Prof. Zudan Arif Fakrulloh pada penandatanganan kerjasama antara Ditjen Dukcapil dan PT. EDIK di SCTV Tower, Jakarta (13/07/2018).

 

Kedepan, lanjutnya, masyarakat yang ingin berobat ke layanan kesehatan cukup mengetikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta namanya. Selain mempercepat pelayanan, hal ini akan memudahkan pasien dan rumah sakit mengetahui riwayat kesehatan hanya melalui akses NIK.

 

“Sehingga data orang tersebut dapat terbaca. Misalnya-pun ketika orang bersangkutan akan pindah ke layanan kesehatan lainnya. Interkoneksi akan muncul sehingga tak perlu daftar ulang lagi,” jelas Prof. Zudan.

 

Ditambahkan, masyarakat tak ragu lagi dengan salah diagnosis. Oleh sebab semua riwayat penyakit yang bersangkutan sudah bisa diketahui lebih awal sejak saat pendaftaran di rumah sakit. 

 

“Jadi layanan kesehatan setiap kali akses data dapat kita monitor,” jelasnya.

 

Target Ditjen Dukcapil kedepannya agar data kependudukan dapat secara seluruhnya terintegrasi  dengan seluruh rumah sakit se-Indonesia. Dukcapil***