Ditulis Pada 16 Januari 2018 14:06 WIB

Anak-Anak di Minahasa Sudah Bisa Punya KIA

Minahasa – Memasuki tahun 2018, Kabupaten Minahasa melalui Dinas Dukcapil mulai mencetak Kartu Identitas Anak (KIA). Pasalnya, daerah yang dulu disebut Tanah Malesung ini mulai menerapkan KIA bagi anak usia 0 sampai 17 tahun kurang sehari. 

 

“Kita sudah mulai menerbitkan KIA. Memang baru sedikit, masih perlu sosialisasi”, pungkas Kepala Dinas Dukcapil Riviva Maringka belum lama ini.

 

Dinas Dukcapil sebenarnya sudah menggulirkan KIA sejak awal November 2017 lalu. Namun tahun 2018 tampak akan menjadi tahun penerapan KIA secara efektif. 

 

Sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 tentang KIA, Maringka menjelaskan bahwa tujuan diterbitkannya KIA untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik. 

 

KIA juga sebagai upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional anak sebagai warga negara. 

 

“Dengan adanya KIA, anak secara sah sudah mendapatkan identitas kewarganegaraan”, sambungnya. 

 

Menurutnya, untuk anak usia di atas lima tahun berlaku sampai dengan si anak berusia dewasa atau 17 tahun. Setelah masuk 17 tahun, KIA diganti dengan KTP-el.

 

Berbeda dengan KTP-el bagi orang dewasa, KIA memuat data diri lengkap anak, seperti nama lengkap, tempat dan tanggal lahir,  nomor induk kependudukan, nomor induk KK,  nomor Akta Kelahiran bahkan nama orang tua. 

 

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mendorong kabupaten/kota untuk menerapkan KIA dan menganggarkannya melalui APBD. 

 

Selama tahun 2016 dan 2017, Ditjen Dukcapil sudah menganggarkan dana stimulus KIA pada 100 kabupaten/kota. 

 

Dana stimulus tersebut sebagai apresiasi terhadap kabupaten/kota yang memiliki prestasi cakupan kepemilikan Akta Kelahiran tertinggi di tingkat provinsi. Dukcapil***