Ditulis Pada 23 April 2018 15:10 WIB

Akta Kelahiran Tercapai, Sulut Kejar Rekam Data KTP-el

Manado – Cakupan kepemilikan Akta Kelahiran di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sudah mencapai 88%. Jumlah tersebut 0,3% lebih tinggi dibanding cakupan nasional yang mencapai 87,73%.

 

“Cakupan nasional sekarang 87,73%. Provinsi Sulawesi Utara lebih tinggi 0,3% cakupan Akta Kelahirannya”, jelas Prof. Zudan pada kegiatan Pencanangan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) Provinsi Sulawesi Utara di Manado, Senin (23/04/2018).

 

Kegiatan yang diikuti Kepala Dinas Dukcapil se-Sulut ini juga dihadiri Direktur IPDN Kampus Sulut Noudy Tendean, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sulut Edison Humiang, Direktur Bina Apararur Dukcapil Joko Moersito, dan Direktur Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan David Yama.

 

Meski demikian, Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan, Sulut masih sedikit tertinggal dalam hal cakupan perekaman data KTP-el bagi warganya. 

 

“Perekaman KTP-el, cakupan Sulewesi Utara 88%. Cakupan nasional per 31 Desember 2017 adalah 97%. Sulawesi Utara hanya tertinggal 9%, masih lebih bagus daripada Papua tertinggal 47%”, sambung Zudan. 

 

Untuk itu, Dirjen Dukcapil menghimbau jajaran Dukcapil se-Sulut untuk bersama bahu membahu mengejar perekaman KTP-el, setidaknya menyelesaikan 9% yang tertinggal. 

 

“Paling tidak cakupan perekaman KTP-el dari 88% menjadi 97%, 9% lagi sama dengan cakupan nasional”, imbuhnya.

 

Tertinggal terkait perekaman KTP-el, bukan alasan bagi Prof. Zudan untuk tidak memberi apresiasi dan terima kasih kepada jajarannya, juga kepada masyarakat Sulut. 

 

“Tolong sampaikan bahwa pemerintah sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang, satu, bersedia mengurus semua dokumen kependudukannya. Yang kedua, dalam mengurus itu semua dokumennya diurus dengan benar. Jadi tolong itu disampaikan”, pinta Zudan.

 

Selain itu, Prof. Zudan juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat melayani masyarakat dengan langkah terbaik. 

 

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf. Saya selaku Dirjen penanggung jawab akhir dari pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil belum dapat melayani dengan langkah yang terbaik”, pungkas Zudan. 

 

Namun, ia optimis langkah-langkah terbaik sedang terus diupayakan oleh jajarannya di seluruh Indonesia, termasuk di pusat melalui aturan dan kebijakan yang membahagiakan rakyat. Dukcapil***