Ditulis Pada 09 Agustus 2018 13:43 WIB

4,20% Penduduk Belum Merekam KTP-el Didominasi Pemilih Pemula

Jakarta – Mendukung sukses Pemilu 2019, Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Dukcapil saat ini telah menyelesaikan perekaman data KTP-el bagi penduduk Indonesia hingga 95,80%. 

 

Jumlah tersebut setara dengan 183.457.969 jiwa dari 191.509.749 jiwa jumlah penduduk wajib KTP. Artinya, masih tersisa 8.051.780 jiwa atau 4,20% penduduk yang belum memiliki hak pilih karena belum merekam dan belum memiliki KTP-el. 

 

“Jumlah penduduk wajib KTP-el sampai dengan tanggal 30 Juni 2018 sejumlah 191.509.749 jiwa dari jumlah penduduk sebesar 263.950.794 jiwa. Yang sudah melakukan perekaman KTP-el sebesar 183.457.969 jiwa (95,80%). Sisanya 8.051.780 jiwa (4,20%) belum melakukan perekaman”, jelas Dirjen Dukcapil Kemendagri Prof. Zudan Arif Fakrulloh melalui keterangan tertulis Kamis (09/08/2018). 

 

Informasi serupa rutin disampaikan Prof. Zudan kepada media dan masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas pelaksanaan tugas serta memberi ruang terhadap keterbukaan informasi publik tentang pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk). 

 

Selain keterangan tertulis, Zudan juga kerap menyampaikan peryataan resminya melalui konferensi pers, wawancara langsung dengan media, maupun melalui pertemuan-pertemuan formal. 

 

Selanjutnya, Prof. Zudan menyampaikan, 4,20% penduduk yang belum merekam data KTP-el didominasi oleh wajib KTP pemula. Mereka umumnya telah memasuki usia wajib KTP 17 tahun dan memiliki hak pilih pada rentang tahun 2018 dan 2019. 

 

“Pemilih pemula yang berusia 17 tahun dari tanggal 1 Januari 2019 sampai dengan tanggal 17 April 2019 sebesar 1.043.524 jiwa. Sedangkan pemilih pemula yang berumur 17 tahun di tahun 2018 berjumlah 3.852.419 jiwa. Artinya sekitar 4 persen penduduk yang belum merekam didominasi oleh pemilih pemula”, lanjut Zudan. 

 

Wajib KTP pemula yang sudah memiliki hak pilih ini terus dikawal Ditjen Dukcapil untuk menjamin mereka bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilkada 2018 lalu dan Pemilu 2019 mendatang. 

 

Untuk menuntaskan sisa penduduk yang belum merekam data KTP-el, Prof. Zudan menyatakan jajaran Dukcapil seluruh Indonesia telah melakukan berbagai upaya inovasi pelayanan di antaranya layanan Jemput Bola (Jebol) dan pencanangan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.  

 

Zudan juga menyampaikan pihaknya telah melakukan perekaman, pendataan, dan penerbitan Nomor Identitas Tunggal (NIT/NIK) bagi WNI di luar negeri. Kegiatan tersebut dilakukan di 10 negara, yaitu Jepang, Malaysia, Filipina, Arab Saudi, Nigeria, Jerman, Amerika Serikat, Hongkong, Korea Selatan dan Belanda. Dukcapil***