Ditulis Pada 26 Januari 2018 21:55 WIB

12 TPU di Surabaya Layani Penerbitan Akta Kematian

Surabaya – Untuk mempermudah akses warga terhadap dokumen kependudukan, Pemkot Surabaya melalui Dinas Dukcapil tidak henti-hentinya berinovasi. 

 

Kali ini, inovasi pengurusan Akta Kematian semakin memudahkan warga Kota Pahlawan. Ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia, warga Kota Surabaya cukup menyerahkan berkas persyaratan kepada petugas registrasi di Tempat Pemakaman Umum (TPU). 

 

“Di 12 kantor TPU milik Pemkot Surabaya masing-masing sudah menyediakan perangkat komputer dan scaner untuk melayani penerbitan Akta Kematian”, jelas Kepala Dinas Dukcapil Kota Surabaya Moh. Suharto Wardoyo melalui keterangan tertulis kepada Tim Media Dukcapil, Jum’at (26/01/2018). 

 

Untuk membekali kemampuan teknis, Dinas Dukcapil sudah memberikan bimbingan teknis kepada para petugas TPU tersebut pada 17 Januari 2018 lalu.

 

Prosedurnya, berkas persayaratan yang diserahkan warga selanjutnya diverifikasi oleh petugas. Jika lengkap, petugas akan melakukan scanning ke aplikasi e-Lampid di alamat url http://lampid.surabaya.go.id.

 

Selain memudahkan warga mengurus Akta Kematian, Suharto mengaku program ini dalam rangka mendukung Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (#GISA) yang dicanangkan Ditjen Dukcapil. 

 

“Tujuannya agar masyarakat sadar akan pentingnya mengurus dokumen kependudukan termasuk Akta Kematian. Juga mendukung program #GISA Pak Dirjen Dukcapil”, sambung Suharto. 

 

Suharto berharap, inovasi ini juga bisa menginspirasi dan motivasi daerah lain untuk bersama-sama memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

 

Terpisah, Kasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Dinas Dukcapil Kota Surabaya, Iswan Arif, kemarin menyerahkan langsung Akta Kematian kepada warga di TPU Tembok Gede. 

 

Salah satu yang menerima Akta Kematian adalah Nur Hidayati. Siang itu ia dipanggil untuk mengambil Akta kematian ibunya, Musanah Al Aminah, di TPU Tembok Gede.

 

“Ini memang pengembangan dari program e-Lampid kami. Jadi, warga tidak perlu repot ke Kantor Kelurahan untuk mengurus administrasi mengenai Akta Kematian keluarga”, ujar Iswan. 

 

Dengan adanya layanan di TPU, Iswan berharap warga akan termotivasi untuk mengurus Akta Kematian anggota keluarganya. Menurutnya, kematian merupakan salah satu peristiwa penting yang harus dilaporkan oleh warga untuk dicatatkan dalam database kependudukan. 

 

Sebelumnya, warga Kota Surabaya juga bisa mengurus Akta Kematian di kantor kelurahan. Namun, belum banyak warga memanfaatkannya. 

 

Hal inilah yang mendorong Dinas Dukcapil berinovasi membuka layanan melalui e-Lampid dan di TPU. Dukcapil***