VISI

Tertib Administrasi Kependudukan dengan Pelayanan Prima menuju Penduduk Berkualitas Tahun 2015

MISI

  1. Mengembangkan kebijakan dan sistem serta menyelengarakan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil untuk menghimpun data kependudukan, menerbitkan identitas dan mensyahkan perubahan status dalam rangka mewujudkan tertib administrasi kependudukan.
  2. Mengembangkan dan memadukan kebijakan pengelolaan informasi hasil pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil sehingga mampu menyediakan data dan informasi kependudukan secara lengkap, akurat dan memenuhi kepentingan publik dan pembangunan.
  3. Mengembangkan pranata hukum, kelembagaan serta peran serta masyarakat yang mendukung proses pendaftaran penduduk, pencatatan sipil dan pengelolaan informasi kependudukan guna memberikan kepastian dan perlindungan sesuai hak-hak penduduk.
  4. Merumuskan kebijakan pengembangan kependudukan yang serasi, selaras dan seimbang antara jumlah/pertumbuhan, kualitas serta persebaran dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan.
  5. Menyusun perencanaan kependudukan sebagai dasar perencanaan dan perumusan pembangunan nasional dan daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan penduduk.
Artikel Kependudukan
Kamis, 24 Juni 2004
Sambutan Gubernur Kalimantan Timur pada Acara Pembukaan Pameran Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Tahun 2004

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh;
Yth. Ketua DPRD Propinsi Kaltim;
Yth. Rekan-Rekan Muspida;
Yth. Bupati/Walikota se-lndonesia;
Yth. Peserta Pameran;
Hadirin yang Berbahagia

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan nikmat sehat dan kesempatan, sehingga kita dapat hadir di sini dalam rangka pembukaan Pameran Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2004 di Kota Balikpapan, Kaltim.

Selamat datang kami ucapkan kepada peserta pameran yang datang dari luar Kota Balikpapan. Semoga Pintu Gerbang Kaltim yang juga merupakan kota dagang, industri, jasa dan pariwisata ini akan dapat memberikan ketenangan dan kesejukan, sehingga pameran dan rangkaian kegiatan Harganas lainnya, akan berjalan lancar seperti yang-kita harapkan bersama.

Hadirin yang Saya Hormati.

Bagi Pemerintah Propinsi Kaltim, pameran dalam rangka Harganas ini memberi makna yang cukup penting dan strategis, khususnya dalam kerangka peningkatan kualitas keluarga.

Melalui pameran ini, antara lain dapat kita lihat beberapa produk hasil usaha keluarga Indonesia, baik yang dilakukan perorangan, kelompok, maupun usaha yang berskala besar. Semuanya ini mencerminkan bahwa keluarga Indonesia sebenarnya juga cukup banyak yang produktif dan mempunyai keinginan kuat untuk maju di berbagai bidang usaha.

Oleh karena itu, Pemerintah menaruh perhatian besar terhadap pengembangan dunia usaha yang dilakukan oleh keluarga Indonesia. Pemerintah juga berusaha akan terus melakukan pembinaan dan berkewajiban memfasilitasi kebangkitan serta kemandirian usaha kecil/menengah yang sudah terbukti tahan krisis dan menjadi tulang punggung perekonomian rakyat.

Pameran Harganas ini juga saya anggap penting karena melalui ajang promosi yang digelar di sini, secara langsung akan banyak memberikan manfaat. Antara lain, bisa digunakan sebagai upaya penyebarluasan potensi daerah masing-masing. Dari sini kemudian bisa terjadi kerjasama/sinergi antar-daerah, atau kabupaten/kota peserta pameran.

Di sisi lain, pameran Harganas ini juga menjadi penting jika ditinjau dari segi proses apresiasi kultural masyarakat Indonesia yang beragam, dari Sabang sampai Merauke dalam kerangka mempererat persaudaraan, menjalin kekompakan dan meningkatan persatuan dan kesatuan bangsa, demi tetap tegaknya integrasi Nasional.

Hadirin yang Saya Hormati.

Bagi Kaltim, pameran Harganas selain ajang memperkenalkan produk Kaltim ke level Nasional, juga menjadi pembelajaran terhadap kekuatan dan kelemahan dibanding produk yang ada pada daerah lain. Saya kira, hal serupa juga akan menjadi penilaian tersendiri bagi daerah lain yang turut dalam pameran ini.

Melalui pembelajaran itu akan dilakukan kajian guna penyusunan program dan strategi pembinaan dunia usaha, khususnya usaha kecil/menengah. Ini penting, terutama untuk mengantisipasi era pasca sumber daya alam yang tidak mungkin terus menerus bisa diandalkan sebagai penopang pembiayaan pembangunan. Sumber daya alam pada suatu saat akan berkurang atau habis, setelah dilakukan penggalian, eksploitasi dan pemanfaatan lainnya. Sebaliknya, dengan kekuatan manajemen, permodalan dan didukung sumber daya manusia yang handal, berbagai bidang usaha di dalam masyarakat, terutama dalam lingkup keluarga akan terus bisa kita usahakan dan berkembang maju.

Di Kaltim sendiri terdapat 1.327 kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dengan jumlah anggota mencapai 24.682 KK, yang perlu dibina secara berkesinambungan.

Sehubungan dengan itu, momentum pameran Harganas ini menjadi sangat penting bagi kita untuk menguatkan tekad dan semangat guna memajukan perekonomian dan usaha produktif keluarga .maupun usaha kecil/menengah lainnya. Kita berharap, hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat dan pihak terkait lainnya dengan tetap mengagendakan kegiatan pameran tiap tahun di setiap peringatan Harganas.

Selain itu, kita berharap Kabupaten/Kota se-lndonesia juga senantiasa turut berpartisipasi menjadi peserta pameran. Kepada seluruh peserta, sekali lagi saya ucapkan selamat datang dan selamat berpameran. Manfaatkanlah kesempatan baik ini dengan menampilkan produk-produk unggulannya.

Akhirnya, dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, Pameran Harganas tahun 2004 di Kota Balikpapan, Kaltim, saya nyatakan dibuka.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa memberkahi setiap langkah dan upaya kita dalam memajukan bangsa dan negara yang kita cintai ini.

Terima kasih,
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Balikpapan, 24 Juni 2004
GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR


TTD
H. SUWARNA ABDUL FATAH

Artikel Kependudukan Lainnya
Jumat, 09 Januari 2009
Permasalahan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) bukan merupakan hal baru bagi bangsa Indonesia. Yan (2004) mengatakan bahwa sejak era 1970-an, permasalahan ini menduduki posisi teratas. Selama 35 tahun, permasalahan TKI tidak mengalami perkembangan yang berarti. Rumitnya permasalahan ini melibatkan banyak faktor baik dalam (Indonesia) maupun luar negeri (Malaysia).
Jumat, 09 Januari 2009
Perjalanan reformasi sudah memasuki tahun kesepuluh, dan tuntutan mendasar dari reformasi juga salah satunya memperbaikan pelayanan publik yang selama ini sangat bobrok dan banyak diskriminasi didalamnya di masa Orde Baru. Pelayanan Publik diartikan sebagai, pemberian layanan (melayani) keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang telah
Kamis, 08 Januari 2009
Mobilitas penduduk merupakan bagian integral dari proses pembangunan secara keseluruhan. Mobilitas telah menjadi penyebab dan penerima dampak dari perubahan dalam struktur ekonomi dan sosial suatu daerah.
Kamis, 08 Januari 2009
Ungkapan “al-jannah tahta aqdam al-ummahat” (surga di bawah telapak kaki ibu) sangat populer di telinga kita dan dipercaya bahwa itu merupakan ajaran semua agama.
Kamis, 08 Januari 2009
Slogan diatas sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut. Terutama, hal ihwal mengenai cengkeraman kemiskinan massal di tengah badai bencana ditambah makin sulitnya situasi ekonomi.
Senin, 28 Juni 2004
Hari ini, seperti tahun-tahun yang lalu, kita bersama-sama memperingati Hari Keluarga Nasional. Kita memperingati Hari Keluarga Nasional setiap tahun, karena kita menyadari pentingnya peranan keluarga bagi kehidupan kita, bagi anak-anak kita, serta bagi masyarakat dan bangsa kita.
Kamis, 24 Juni 2004
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan nikmat sehat dan kesempatan, sehingga kita dapat hadir di sini dalam rangka pembukaan Pameran Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2004 di Kota Balikpapan, Kaltim.
Selasa, 30 Maret 2004
Mengawali pertemuan silaturahmi ini, pertama-tama ijinkanlah kami mengajak Saudara-saudara sekalian untuk memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena atas taufik dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul untuk memperingati ulang tahun terbentuknya Ditjen Administrasi Kependudukan yang ke 2 tanggal 28 Maret 2004.
Jumat, 11 Juli 2003
Dalam rangka memperingati Hari Kependudukan Sedunia, bertepatan tanggal 11 Juli 2003 Departemen Dalam Negeri menyelenggarakan seminar sehari - Memantapkan Kebijakan Penataan Persebaran Penduduk di Era Otonomi Daerah - dengan tema Mobilitas Penduduk dalam Era Otonomi Daerah yang Menjamin Persatuan dan Kesatuan
Minggu, 13 Oktober 2002
Konstitusi mengamanatkan, bahwa negara berkewajiban memberikan pengakuan, jaminan perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum kepada penduduknya. Disamping itu, negara juga berkewajiban memberikan kesejahteraan kepada penduduk, serta memfasilitasi hak penduduk untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi bagi pengembangan diri dan lingkungan sosialnya.
Copyright © 2002 - 2011, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Hak Cipta Dilindungi Undang-undang.
KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA, Jakarta, Indonesia