Kejar Rekam Cetak KTP-el, Kemendagri Beri Waktu Daerah Hingga Februari 2019


2019-02-19 18:55:34

Jakarta – Untuk mendorong daerah menuntaskan rekam cetak KTP-el, Kementerian Dalam Negeri memberi waktu kepada daerah untuk menyelesaikannya hingga akhir Februari 2019.

Kebijakan ini berlaku bagi daerah yang masih memiliki data penduduk dengan status Print Ready Record (siap cetak) dan mengganti Surat Keterangan Pengganti KTP-el (Suket) yang masih beredar di masyarakat.

Hal itu disampaikan Sekretaris Ditjen Dukcapil Kemendagri I Gede di Jakarta, Selasa (19/02/2019).

“Semua kabupaten/kota agar menyelesaikan perekaman dan pencetakan paling lambat 28 Februari 2019," ujar I Gede Suratha.

Bila Dinas Dukcapil tidak mampu menyelesaikan sendiri, pihaknya meminta daerah untuk berkoordinasi dengan Ditjen Dukcapil untuk melakukan upaya percepatan pencetakan di kantor Ditjen Dukcapil Kemendagri Jakarta melalui kerjasama dengan Percetakan Negara RI (PNRI).

"Bagi kabupaten/kota yang tidak sanggup menyelesaikan pencetakan KTP-el sampai dengan 28 Februari 2019, agar melaksanakan pencetakan KTP-el di pusat (Ditjen Dukcapil)," jelasnya.

Ia pun lantas membeberkan langkah-langkah yang harus ditempuh jika Dinas Dukcapil hendak melaksanakan pencetakan cepat di pusat.

Pertama, ia meminta agar pemerintah daerah memastikan alokasi anggaran melalui Dana Alokasi Khusus.

Bila belum, pemerintah daerah diminta segera melakukan revisi penjabaran sesuai dengan Permendagri Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2019.

"Sapkan kontrak dengan pihak penyedia jasa cetak KTP-el, dan ajukan rekomendasi kepada Dirjen Dukcapil untuk dapat menggunakan alat cetak-cepat," bebernya.

Lalu, data KTP-el yang akan dicetak harus disiapkan. Pencetakannya juga dilakukan oleh ADB daerah dengan didampingi oleh teknisi penyedia alat cetak cepat dan supervisi dari Ditjen Dukcapil.

"Kegiatan cetak-cepat juga harus dilaporkan kepada Dirjen Dukcapil Kemendagri dan Pemerintah Daerah terkait," tutupnya. Dukcapil***