Pendatang Baru Penting Urus Pindah Domisi


2019-06-11 02:08:22

Jakarta - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri), Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengingatkan para pendatang baru di kota-kota besar agar mengurus dokumen pindah domisili. Hal itu penting demi kepastian identitas penduduk itu sendiri, juga penting demi kerapihan data kependudukan.

Bagi perantau atau pendatang di DKI dan sudah tinggal selama satu tahun, misalnya, yang bersangkutan seharusnya mengurus dokumen kependudukannya berupa pindah domisili. "Di DKI satu tahun dia udah harus ngurus pindah, jangan dari Tegal tinggal bertahun-tahun di DKI tapi KTP-elnya masih Tegal," ujar Zudan usai acara Halal Bi Halal Ditjen Dukcapil dan Ditjen Bina Pemdes bersama Menteri Dalam Negeri, Gedung C Ditjen Bina Pemdes, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Pindah domisili itu memang telah diamanatkan oleh UU Administrasi Kependudukan. Regulasinya mengatur bahwa penduduk yang berpindah dan tinggal di daerah tujuan lebih dari satu tahun harus sudah dikategorikan pindah sehingga perlu mengurus perubahan domisili. "Dalam sistem admnduk kita sampai lebih dari satu tahun orang tersebut harus pindah dan berdomisili di situ," tambahnya.

Zudan mengakui bahwa pergerakan penduduk Indonesia secara internal sangatlah masif, dan konstitusi pun tidak melarang penduduk untuk tinggal di manapun yang mereka kehendaki. Oleh karena itu perlu sistem administrasi kependudukan yang dapat secara fleksibel merekap perpindahan tersebut.

“Kajian kita menunjukkan bahwa orang di Indonesa itu lama sudah berada di satu tempat, sudah berubah domisili, tetap KTP-elnya tidak ganti karena dulu ribet ngurusnya. Kalau dulu kan mengurus pindah domisili butuh 4 langkah, yaitu urus surat pengantar RT, RW, Kelurahan, lalu dari Dinas Dukcapil daerah asal," terangnya.

Sekarang melalui Peraturan Presiden No. 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil birokrasi yang panjang itu dipangkas. Mengurus pindah domisili tidak perlu lagi surat pengantar RT/RW/Kelurahan. Cukup membawa foto kopi Kartu Keluarga (KK) ke Dinas Dukcapil daerah asal, maka akan diterbitkan surat pindah untuk diterima Dinas Dukcapil daerah tujuan.

“Orang yang sudah terlanjur pindah (bahkan) dan gak punya uang untuk ke daerah asal, maka difasilitasi dari Dukcapil tujuan ke Dukcapil asal melalui komunikasi online untuk memindahkan penduduk. Prinsipnya, nggak perlu pulang kampung untuk pindah,” jelasnya.

Etika pindah domisili
Zudan juga mengingatkan agar pengurus pindah domisili juga tidak melupakan etika pindah domisili. Bagi perantau yang menumpang, maka yang bersangkutan harus sudah mendapatkan izin untuk membuat KK dengan alamat tersebut. Pasalnya, perpindahan domisili selalu diikuti oleh penerbitan KK baru.

“Yang penting adalah saat dia mau pindah harus dipastkan tujuannya itu rumahnya sendiri atau menumpang atau rumah kontrakan. Kalo menumpang dia harus minta izin pada yang ditumpangi boleh nggak punya KK di situ," tegasnya.

“Yang perlu saya pesankan adalah kalo mau pindah ke kota besar yakinkan harus punya pekerjaan dulu. Yang kedua harus ada yang menampung jangan jadi penduduk rentan yang tinggalnya di mana-mana numpang-numpang. Kalo numpang harus pasti siapa yang menampungnya,” tandasnya. Dukcapil***