Budaya Kerja Aparatur Dukcapil Harus Lebih Cepat dari Swasta


2019-05-10 21:14:47

Jakarta - Dalam hal kecepatan dalam layanan publik aparatur Ditjen Dukcapil didorong untuk mengalahkan sektor privat atau swasta. Menurut Dirjen Dukcapil Kemendagri Prof. Zudan Arif Fakrulloh, era PNS atau ASN molor dan lelet itu adalah masa lalu.

Aparatur Sipil Negara (ASN) masa kini itu mesti bergerak cepat sesuai dengan perubahan paradigma pelayanan publik. "Kita ini PNS tetapi kecepatan keakuratan kerja kita harus bisa mengalahkan sektor swasta," kata Prof Zudan yang juga Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional ini saat melakukan sosialisasi peningkatan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) bagi seluruh jajaran aparatur Dukcapil di DKI Jakarta di kantor pusat Ditjen Dukcapil, Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Bukti bahwa PNS lebih cepat adalah, sebelum pihak swasta menerapkan tanda tangan elektronik terenkripsi atau tanda tangan digital, Dukcapil sudah lebih dulu menerapkan. 

Walhasil menurut Prof Zudan, aktivitas penandatangan dokumen kependudukan bisa dilakukan di manapun dan kapan pun. Ini membawa implikasi besar terhadap kinerja Dukcapil. Selain memudahkan memudahkan semua proses pelayanan publik juga jauh lebih cepat dan efektif. Proses tersebut bertahap telah dilakukan oleh jajaran Dukcapil. 

"Ini bagian dari 14 langkah besar Dukcapil. Dengan tanda tangan digital kita merevolusi layanan publik, merevolusi cara berpikir dengan cara menjadikan semua tempat sebagai kantor Dukcapil. Lihat, betapa kayanya Dukcapil," tutur Zudan memberi semangat. 

Di mana pun ada jaringan wifi, ada bandwidth di situ petugas Dukcapil bisa bekerja. Kalau mau paraf dokumen kependudukan tinggal buka ipad, buka dokumennya, kemudian klik enter maka berarti dokumen sudah diteken secara digital. 

"Sekali paraf atau tanda tanda tangan asal sudah kita yakini itu betul bisa 20 dokumen sekaligus sekali enter. Inilah lompatan yang sangat besar, karena hati kita ingin berubah dan pikiran kita ingin maju," kata dia memungkasi. Dukcapil***