Terintegrasi Database Kependudukan, Nomor Induk Siswa-Mahasiswa Akan Berbasis NIK


2019-03-13 00:26:14

Jakarta - Data kependudukan yang dikelola Ditjen Dukcapil bisa dimanfaatkan buat semua hajat hidup orang banyak, termasuk juga bagi warga kampus. Dirjen Dukcapil Kemendagri Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH menyatakan data kependudukan Dukcapil sudah digunakan di 1.180 lembaga pemerintah dan swasta.

Kampus yang sudah menjalin kerja sama dengan Ditjen Dukcapil antara lain UNS Surakarta, dan Undip Semarang. Nanti semua pendaftaran semua mahasiswa di sana cukup dengan memasukkan nomor induk kependudukan atau NIK. 

"Masukkan NIK tidak perlu mengisi yang lain karena datanya sudah terhubung dengan database kependudukan Dukcapil," kata Prof. Zudan pada Pencanangan Jemput Bola Perekaman KTP Elektronik Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka), Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Perguruan tinggi kedinasan seperti STAN, IPDN, Sekolah Tinggi Transportasi juga penerimaan mahasiswanya online semua. Baru setelah diterima pemberkasannya satu per satu.

Zudan menyampaikan bahwa paradigma administrasi kependudukan sekarang sudah menuju single identity number. Itu sebabnya Mendikbud Prof. Muhadjir Effendy berencana mengganti semua nomor induk siswa sejak TK, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa dengan NIK. Sehingga ke depan, nomor induk siswa hingga mahasiswa tidak akan berubah.

"Inilah yang terus kita bangun menjadi big data dengan berbasis data kependudukan," ujar Prof. Zudan. Dukcapl***